Jakarta, 22 Juli 2026 – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menggelar pelantikan serentak Dewan Pengurus Cabang (DPC) PKB se-Indonesia masa bakti 2026–2031 di Taman Fatahillah, Kota Tua, Jakarta, Rabu (22/7/2026) malam. Acara yang berlangsung mulai pukul 19.00 hingga 23.30 WIB tersebut menjadi salah satu rangkaian acara Hari Lahir (Harlah) ke-28 PKB.
Seluruh peserta hadir mengenakan pakaian adat dari daerah masing-masing, mencerminkan semangat persatuan dalam keberagaman budaya Indonesia sekaligus memperkuat nilai-nilai kebangsaan yang menjadi ruh perjuangan PKB.
Dari Kabupaten Lombok Barat, pengurus yang dilantik terdiri atas:
Ketua Dewan Syuro: TGH. Said Budairi
Sekretaris Dewan Syuro: TGH. Agus Muliadi, S.Kom.I.
Ketua DPC: TGH. Hardiyatullah, M.Pd.
Sekretaris: Fauzi
Bendahara: Hj. Rapiah, S.Ag.
Dalam sambutannya, Ketua DPP PKB Bidang Penguatan Eksekutif dan Legislatif, Abdul Halim Iskandar, menjelaskan bahwa proses pembentukan kepengurusan DPC dilakukan melalui tahapan yang ketat dan selektif.
Ia mengungkapkan bahwa terdapat 1.816 calon Ketua DPC yang mengikuti proses seleksi tahap pertama. Setelah melalui mekanisme kaderisasi dan uji kelayakan, terpilih 514 Ketua DPC dari seluruh kabupaten dan kota di Indonesia.
Pada pelantikan serentak ini, masing-masing DPC diwakili oleh lima orang pengurus inti, sehingga jumlah peserta yang hadir mencapai 2.570 orang. Sementara itu, jumlah keseluruhan pengurus DPC PKB masa bakti 2026–2031 di seluruh Indonesia mencapai 19.675 personel.
Prosesi kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Surat Keputusan (SK) kepengurusan oleh Sekretaris Jenderal DPP PKB, Dr. Muhammad Hasanuddin Wahid, M.Hum sebelum seluruh pengurus resmi dilantik dan diambil baiatnya oleh Ketua Umum DPP PKB, Dr. H. Abdul Muhaimin Iskandar.
Dalam arahannya, Muhaimin Iskandar atau yang akrab disapa Gus muhaimin menegaskan bahwa pelantikan di kawasan Kota Tua bukan sekadar seremoni, tetapi mengandung pesan sejarah yang mendalam.
Menurutnya, kawasan Taman Fatahillah dipilih karena menjadi simbol perjalanan bangsa Indonesia. Melalui pelantikan di tempat bersejarah tersebut, seluruh kader PKB diharapkan semakin menyadari bahwa mereka memikul amanah untuk melanjutkan perjuangan membangun Indonesia.
"Melalui pelantikan di tempat bersejarah ini, diharapkan seluruh kader pengurus cabang PKB se-Indonesia menyadari bahwa tugas sejarah untuk membawa Indonesia menuju kesejahteraan masih harus terus dilanjutkan. Karena itu, kita semua harus berjuang menjadi solusi bagi masyarakat. Tekad itu harus didasari oleh niat yang kuat dan pengabdian yang tulus," tegas Gus Muhaimin.
Pelantikan serentak ini menjadi momentum konsolidasi nasional PKB untuk memperkuat soliditas organisasi hingga tingkat kabupaten dan kota. Dengan kepengurusan baru yang telah dikukuhkan, PKB menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan aspirasi rakyat, memperkuat nilai-nilai kebangsaan, serta menghadirkan politik yang berlandaskan pengabdian, persatuan, dan kemaslahatan masyarakat.